Keteladanandari Nabi Yunus As Berdakwah di Ninawa Nama lengkap Nabi Yunus adalah Nabi Yunus bin Matta dari keturunan Benyamin bin Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim. Yunus bin Mata diutus oleh Allah untuk berdakwah menghadapi penduduk Ninawa, suatu kaum yang keras kepala, penyembah berhala, dan suka melakukan kejahatan. Kisah Keteladanan Nabi Yunus Dan Nabi Ayyub. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli toleransi, gotong royong, santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. Ibnu asakir, dalam buku berjudul kisah parah nabi yang ditulis ibnu katsir 2015 menceritakan hanya lidah dan hati nabi ayyub yang tak berpenyakit. KISAH NABI AYUB AS AKU CINTA NABI DAN RASUL PELAJARAN 5 PART 1 from Bersyukur dan dermawan saat kaya, dan bersabar saat miskin. Beliau juga adalah hamba yang baik dalam hal ubudiyah peribadahan. Beberapa riwayat lain mengatakan penyakit itu menular. Di Daerah Mosul, Irak, Terdapat Sebuah Kampung Bernama Ninawa Yang Penduduknya Berpaling Dari Jalan Allah Yang Lurus Dan Malah Menyembah Patung Dan Berhala. Ada 25 nabi dan rasul yang harus kita ketahui, untuk itu kamu harus dapat menghafalnya dengan baik. Peristiwa isolasi dan lockdown ini termasuk peristiwa paling mengerikan dalam sejarah manusia. Kaya tapi dermawan dan tidak sombong. Kisah Teladan Nabi Ayyub As Adalah Kisah Yang Harusnya Kita Contoh Atas Kesabarannya Dalam Menghadapi Cobaan Dari Allah Swt. Allah subhanahu wa ta’ala ingin memberikan petunjuk kepada mereka dan mengembalikan mereka ke jalan yang lurus, maka dia mengutus nabi yunus. Soal sosiologi kls xi pilihan ganda soal soal usbn materi kls 11 soal sosiologi kls xii semester genap k13 soal soalujian ips kelas 9 mengunakan komputer aplikasi. Kisah nabi ayub singkat dan lengkap. Selain Itu, Para Nabi Dan Rasul Juga Diutus Untuk Menjadi Teladan Bagi Umat Manusia. Di dalam perut ikan itulah nabi yunus sadarakan kesalahannya telah meninggalkan kaumnya. Putra putri nabi ayub as meninggal. Nabi ayyub adalah orang penyabar, ia bersabar ikhlas karena allah. Kisah Nabi Ayyub As Diceritakan Dalam Al Quran Pada Surat Al Anbiya Dan Juga Surat Shad. Soal tes kisah keteladaan nabi yunus dan nabi ayyub. By nandy 11 bulan yang lalu. Sesungguhnyamenganiaya diriku sendiri, dan aku termasuk golongan orang yang zalim “. Oleh Karena Itu, Nabi Ayub Pantas Dijadikan Sebagai Suri Teladan. “jika aku sembuh pasti kupukul seratus kali”. Kamu juga bisa membaca kisah julaibib sahabat nabi muhammad saw. Karena penyakitnya itu, ia dikucilkan oleh tetangganya. Infojual riwayat nabi ayyub dan ± mulai Rp 10.000 murah dari beragam toko online. cek Riwayat Nabi Ayyub Dan ori atau Riwayat Nabi Ayyub Dan kw sebelum membel. Riwayat Nabi Ayyub Dan Nabi Yunus [ Lihat Gambar Lebih Besar Gan] Rp 28.000: Para Shahabiyat Nabi Kisah Perjuangan Keteladanan [ Lihat Gambar Lebih Besar Gan] Rp 45.000:

Makalah Keteladanan Nabi Yunus dan Nabi Ayyub A. Keteladanan Nabi Yumus Nama lengkapnya Nabi Yunus Bin Matta dari keturunan Benyamin bin Ya;qub bin Ishaq bin Ibrahim. Beliau diutus oleh Allah untuk berdakwah menghadapi penduduk Ninawa, suatu kaum yang keras kepala , penyembah berhala dan suka melakukan kejahatan. Sedara berulangkali Yunus memperingatkan mereka, tetapi tidak mau berubah , apalagi Yunus bukan dari kaum mereka. Hanya ada dua orang yang bersedia menjadi pengikutnya, yaitu Rubil dan Tanuh. Rubil orang yang alim dan bijaksana, sedang Tanuh adalah seorang yang tenang dan sederhana. Ajaran-ajaran nabi Yunus itu bagi penduduk Niwana merupakan hal baru yang belum pernah mereka dengar sebelumnya. Untuk itu mereka tidak dapat menerimanya untuk menggantikan ajaran dan kepercayaan yang telah diwariskan oleh nenek moyang mereka yang sudah menjadi adat kebiasaan mereka turun temurun. Apalagi pembawa agama itu adalah orang asing. Mereka berkata kepada Nabi Yunus “ Apakah kata-kata yang engkau ucapkan itu dan kedustaan apa yang engkau anjurkan kepada kami tentang agama barumu itu ? inilah tuhan-tuhan kami yang sejatiyang kami sembah dan disembah oleh nenek moyang kami. Alas apa yang membenarkan kami meninggalkan agama kami yang diwariskan oleh nenek moyang kami dan menggantikan dengan agama barumu?, Engkau adalah orang asing yang dating pada kami agar kami mengubah keyakinan kami. Apakah kelebihanmu sehingga mengajari dan menggurui kami. Hentikan perbuatan sia-siamu itu. Penduduk Niwana tidak akan mengikutimu karena kami teguh dengan ajaran nenek moyang kami”. Nabi Yunus berkata “ Aku hanya mengajakmu beriman dan bertauhid sesuai dengan amanah Allah yang wajib aku sampaikan padamu. Aku hanyalah pesuruh Allah yang ditugaskan mengeluarkanmu dari kesesatan dan menuntunmu di jalan yang lurus . aku sekali-kali tidak mengharapkan upah atas apa yang kukerjakan ini. Aku tidak bias memaksamu menguikutiku. Namun jika kamu tetap bertahan pada akidah nenek moyangmu itu, maka Allah akan menunjukkan tanda-tanda kebenaran akan risalahku dengan menurunkan azab yang pedih padamu, seperti yang terjadi pada kaum-kaum sebelum kamu, yaitu kaum Nuh, Aad, dan Tsamud. Mereka menjawab dengan menantang “ kami tetap tidak akan mengikuti kemauanmu dan tidak takut ancamanmu. Tunjukkan ancamanmu jika kamu termasuk orang-orang yang benar !” Nabi Yunus tidak tahan dengan penduduk Ninawa yang keras kepala. Lalu pergi dengan marah dan jengkel sambil meminta Allah menghukum mereka. Penduduk Ninawa Bertaubat. Sepeninggal Nabi Yunus, kaum Ninawa gelisah, karena mendung gelap, binatang peliharaan mereka gelisah, wajah mereka pucat pasi, dan angin bertiup kencang yang membawa suara gemuruh. Mereka takut ancaman Nabi Yunus benar-benar terjadi. Akhirnya mereka sadar bahwa Yunus adalah orang yang benar. Mereka akhirnya beriman dan menyesali perbuatan mereka terhadap Yunus. Mereka lari tunggang langgang mencari Yunus sambil berteriak meminta pengampunan Allah . Allah Maha Pemaaf-pun mengampuni mereka, dan segera seluruh keadaan pulih seperti sediakala, pendududk Niwana tetap mencari Yunus agar ia dapat mengajari agama dan menuntun mereka ke jalan yang benar. Keadaan Yunus setelah pergi dari Niwana tidak menentu. Ia mengembara tanpa tujuan dengan putus asa dan merasa berdosa. Akhirnya ia tiba di pantai dan melihat sebuah kapal yang akan menyeberangi laut. Ia menumpang kapal itu, ketika telah berlayar tiba-tiba terjadi badai yang hebat. Kapal bergoncang, dan para penumpang sepakat untuk mengurangi beban dengan mengurangi salah seorang diantara mereka ke laut. Undian pertama jatuh pada Yunus, namum undian diulang karena penumpang merasa Yunus tidak pantas dibuang karena ia orang mulia. Tapi pada pengulangan kedua, ketiga, tetap nama Yunus yang keluar. Yunus sadar itu adalah kehendak Alllah Swt, ia rela menjatuhkan diri ke laut. Allah kemudian mengirimkan Nun paus untuk menelan Yunus. Dalam perut ikan Yunus bertaubat , ia bertasbih selama 40 hari dengan berkata ”Lailaha illa anta, subhanaka, inni kuntu min addalimin tiada Tuhan melainkan Engkau, maha suci Engkau, sesungguhnya aku adalah orang yang berbuat zalim”. Allah menjelaskan dalam QS As-Saffat 139-148 Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul. Ingatlah ketika ia lari ke kapal yang penuh muatan, kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian. Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. Maka sekiranya ia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keaadaan sakit. Dan kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu. Dan kami utus dia kepada seratus orang atau lebih. Lalu mereka beriman, karena itu kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu.” QS. As-Soffat 139-148 . Allah mendengar doa Yunus, dan memerintahkan ikan nun mendamparkan Yunus di sebuah pantai, Allah yang Maha Penyayang menumbuhkan pohon labu, agar Yunus yang kurus dan lemah tak berdaya dapat bernaung dan memakan buahnya, setelah pulih ia diperintahkan kembali ke Nawana, dimana ia kemudian kaget melihat perubahan penduduk Niwana yang telah beri,am kepada Allah. Yunus kemudian mengajari mereka tauhid dan menyempurnakan iman mereka. Nabi Ayyub adalah putra Ish bi Ishak bin Ibrahim. Nabi Ayub adalah orang kaya raya. Istrinya banyak, anaknya banyak, hartanya melimpah ruah dan ternaknya tak terbilang jumlahnya. Ia hidup makmur dan sejahtera. Walau demikian ia tekun beribadah. Segala nikmat dan kesenangan yang dikaruniakan kepadanya tak sampai melupakannya kepada Allah. Ia berbuat kebaikan suka menolong orang yang menderita terlebih dari golongan fakir miskin. Para malaikat di langit terkagum-kagum dan membicarakan ketaatan Ayyub dan keikhlasannya dalam beribadah kepada Allah. Sementara itu iblis yang mendengar pembicaraan itu merasa iri dan ingin menjerumuskan Ayyub agar menjadi orang yang tidak sabar dan celaka. Pertama iblis mencoba sendiri menggoda Ayyub agar tersesat dan tak mau bersyukur kepada Allah. Namun ia gagal, nabi Ayyub tak gtergoyahkan. Iblis kemudian menghadap Allah minta ijin untuk menggoda nabi Ayyub “Wahai Tuhan, sesungguhnya Ayyub yang senantiasa patuh dan berbakti menyembah-Mu, memuji-Mu, tak lain karena takut kehilangan kenikmatan yang telah engkau berikan kepadanya. Semua ibadah tidak ikhlas dan bukan karena cinta dan taat kepada-Mu. Andaikata ia terkena musibah dan kehilangan harta benda, anak-anak dan istrinya belum tentu ia akan taat dan tetap ikhlas menyembahmu.” Allah berfirman kepada Iblis “Sesungguhnya Ayyub adalah hambaku yang sangat taat kepada=Ku. Ia seorang mukmin yang sejati. Apa yang ia lakukan untuk mendekatkan diri kepada-Ku adalah semata-mata didorong iman yang teguh kuat dan taat yang bulat kepada=ku. Iman dan takwanya tak tergoyah oleh perubahan keadaan dunia duniawi. Cintanya keepada=Ku dan kebaikannya tidak akan menurun dan menjadi berkurang walau ditimpa musibah apapun yang melanda dirinya dan hartanya. Ia yakin bahwa siapa yang ia miliki adalah pemberian-Ku yang sewaktu-waktu dapat Aku cabut daripadanya atau menjadikanya berlipat ganda. Ia bersih dari segala tuduhan dan prasangkamu. Engkau tidak rela melihat hamba-Ku anak cucu Adam berada di atas jalan yang lurus. Untuk menguji keteguhan hati Ayyub dan keyakinannya pada takdir-Ku. Kuijinkan kau menggoda dan memalingkannya dari-Ku. Kerahkanlah pembantu-pembantumu untuk menggiodsa Ayyub melalui harta dan keluarganya. Ceraiberaikanlah keluarganya yang rukun damai sejahtera itu. Lihatlah sampai dimana kemampuanmu untuk menyesatkan hamba-Ku Ayyub itu.” Demikianlah, Iblis dan para pembantunya kemudian mulai menyerbu keimanan Ayyub, mula-mula mereka membinasakan hewan ternak nabi Ayyub. Satu persatu hewan itu mati bergelimpangan disusul lumbung-lumbung gandum dan lahan pertaniam terbakar dan musnah. Iblis mengira Ayyub akan berkeluh kesah setalah kehilangan ternak dan lahan pertaniannya. Namun Ayyub tetap berbaik sangka pada Allah. Segalanya ia serahkan kepada Allah. Harta adalah titipan Allah sewaktu-waktu dapat diambil lagi. Berikutnya Iblis dan pembantu-pembantunya mendatangi putra-putra nabi Ayyub di gedung yang besar dan megah. Mereka goyang-goyangkan tiang-tiang gedung sehingga gedung itu kemudian roboh dan anak-anaknya mati semua. Iblis mengira usahanya berhasil menggioyahkan iman nabi Ayyub yang sangat menyayangi putra-putranya itu, namun mereka kecewa. Nabio Ayyub tetap berserah diri kepada Allah. Nabi bersedih hati dan menangis tetapi jiwa dan hatinya tetap kokoh dalam keyakinan bahwa jika Allah menghendaki semua itu maka tak ada orang yang mampu menghalangi-Nya. Selanjutnya Iblis menaburkan baksil di sekujur tubuh nabi Ayyub sehingga beliau menderita sakit sakit kulit yang menjijikkan. Keluarga dan tetangganya menjauhinya. Istri-istrinya banyak yang melarikan diri. Hanya seorang yang mendampinginya yaitu Rahmah. Para tetanga nabi Ayyub tidak mau ketularan penyakit, sehingga mereka terutama kaum ibu secara terang-terangan mengusir Nabi Ayyub dari perkampungan. Mereka pergi ke ujung desa, dekat pembuangan sampah. Namun disana orang-orang tidak terima. Mereka tetap mengusir nabi Ayyub. Maka pergilah Nabi Ayyub dan Rahmah ke sebuah tempat yang sepi dari manusia. Waktu tujuh tahun dalam penderitaan terus menerus memang merupak ujian berat bagi Ayyub dan Rahmah. Namun Ayyub bias bersabar dan tetap berdzikir menyebut Asma Alllah. Untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, Rahmah terpaksa bekerja pada pabrik roti. Namun lama-lama majikannya mengetahui bahwa Rahhmah adalah istri Nabi Ayyub yang berpenyakitan. Mereka kawatir Rahmah membawa baksil yang dapat menular melalui roti, maka Rahmah diberhentikan. Rahmah yang setia ini masih memikirkan suaminya. Ia meminta majikannya agar memberinya majikannya menolak. Majikannya hanya mau member roti jika Rahmah rela memotong gelung rambutnya yang panjang, padahal gelung rambut itu sangatt disukai suaminya. Rahmah akhirnya setuju. Manun sesampainya di rumah, menyangka istrinya telah menyeleweng. Padahal tidak. Pada suatu hari, mungkin karena tidak tahan dalam penderitaan atau karena apa, Rahmah pamit meninggalkan

Beberapamanfaat dan hikmah yang akan didapatkan sebagai

Web server is down Error code 521 2023-06-15 104537 UTC What happened? The web server is not returning a connection. As a result, the web page is not displaying. What can I do? If you are a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you are the owner of this website Contact your hosting provider letting them know your web server is not responding. Additional troubleshooting information. Cloudflare Ray ID 7d7a397e0839b7b5 • Your IP • Performance & security by Cloudflare

1 menjelaskan kisah keteladanan Nabi Yunus as dan Nabi Ayyub as - 13516818 L1e L1e 30.11.2017 Sejarah Nabi yunus dan Nabi ayyub selalu sabar dalam menghadapi segala cobaan yang menimpa mereka.. itu yg Nomoer brp?? Dijadiin 1 juga bisa itu kesimpulan dari nomor 1&2
Menganalisis kisah keteladanan Nabi Yunus dan Nabi Ayub Menceritakan kisah keteladanan Nabi Yunus dan Nabi Ayub BUKU KELAS 8 SEMESTER GANJIL Amati dan Perhatikan gambar berikut ! A. AMATI DAN PERHATIKAN Mari bertanya Coba berikanlah pertanyaan-pertanyaan pada bacaan yang kalian amati di atas!! No Tentang Pertanyaan 1. Apakah Apakah maksud gambar tersebut di atas ? 2. ... ... ... 3. ... ... ... BUKU KELAS 8 SEMESTER GANJIL aKeteladanan dari Nabi Yunus Berdakwah di Ninawa Lengkapnya adalah Nabi Yunus bin Matta dari keturunan Benyamin bin Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim. Yunus bin Mata diutus oleh Allah untuk berdakwah menghadapi penduduk Ninawa, suatu kaum yang keras kepala, penyembah berhala, dan suka melakukan kejahatan. Secara berulang kali Yunus memperingatkan mereka, tetapi mereka tidak mau berubah, apalagi karena Yunus bukan dari kaum mereka. Hanya ada 2 orang yang bersedia menjadi pengikutnya, yaitu Rubil dan Tanuh. Rubil adalah seorang yang alim bijaksana, sedang Tanuh adalah seorang yang tenang dan sederhana. Ajaran-ajaran Nabi Yunus itu bagi para penduduk Ninawa merupakan hal yang baru yang belum pernah mereka dengar sebelumnya. Karenanya mereka tidak dapat menerimanya untuk menggantikan ajaran dan kepercayaan yang telah diwariskan oleh nenek moyang mereka yang sudah menjadi adat kebiasaan mereka turun temurun. Apalagi pembawa agama itu adalah seorang asing tidak seketurunan dengan mereka. C. BUKA CAKRAWALAMU ! Mereka berkata kepada Nabi Yunus "Apakah kata-kata yang engkau ucapkan itu dan kedustaan apakah yang engkau anjurkan kepada kami tentang agama barumu itu? Inilah tuhan-tuhan kami yang sejati yang kami sembah dan disembah oleh nenek moyang kami sejak dahulu. Alasan apakah yang membenarkan kami meninggalkan agama kami yang diwariskan oleh nenek moyang kami danmenggantikannya dengan agama barumu? Engkauadalah orang asing yang datang pada kami agar kami mengubah keyakinan kami. Apakah kelebihanmu sehingga mengajari dan menggurui kami. Hentikan perbuatan sia-siamu itu. Penduduk Ninawa tidak akan mengikutimu karena kami teguh dengan ajaran moyang kami". Nabi Yunus berkata " Aku hanya mengajakmu beriman dan bertauhid sesuai dengan amanah Allah yang wajibku sampaikan padamu. Aku hanyalah pesuruh Allah yang ditugaskan mengeluarkanmu dari kesesatan dan menuntunmu di jalan yang lurus. Aku sekali-kali tidak mengharapkan upah atas apa yang kukerjakan ini. Aku tidak bisa memaksamu mengikutiku. Namun jika kamu tetap bertahan pada aqidah moyangmu itu, maka Allah akan menunjukkan tanda-tanda kebenaranakan risalahku dengan menurunkan adzab yang pedih padamu, seperti yang terjadi pada kaum-kaum sebelum kamu, yaitu kaum Nuh, Aad, danTsamud. Mereka menjawab dengan menantang "Kami tetap tidak akan mengikuti kemauanmu dan tidak takut ancamanmu. Tunjukkan ancamanmu jika kamu termasuk orang yang benar!" NabiYunus tidak tahan lagi dengan kaum Ninawa yang keras kepala. Ialu pergi dengan marah dan jengkel sambil meminta Allah menghukum mereka. Penduduk Ninawa bertobat Sepeninggal NabiYunus, kaum Ninawa gelisah, karena mendung gelap, binatang peliharaan mereka gelisah, wajah mereka pucat pasi, dan angin bertiup kencang yang membawa suara bergemuruh. Mereka takut ancamanYunus benar-benar terjadi atas mereka. Akhirnya mereka sadar bahwaYunus adalah orang yang benar dari Allah SWT Mereka kemudian beriman dan menyesali perbuatan mereka terhadap Yunus. Mereka lari tunggang langgang dari kota mencari Yunus sambil berteriak meminta pengampunan BUKU KELAS 8 SEMESTER GANJIL Keadaan Yunus setelah pergi dari Ninawa tidak menentu. Ia mengembara tanpa tujuan dengan putus asa dan merasa berdosa. Akhirnya ia tiba di sebuah pantai, dan melihat sebuah kapal yang akan menyeberangi laut. Ia menumpang kapal itu, dan ketika telah berlayar tiba-tiba terjadi badai yang hebat. Kapal bergoncang, dan para penumpang sepakat untuk mengurangi beban dengan membuang salah seorang di antara mereka ke laut. Undian pertama jatuh padaYunus, namun undian diulang karena penumpang merasaYunus tidak layak dibuang karena ia orang yang mulia. Tapi pada pengulangan yang kedua, dan ketiga, tetap namaYunus yang keluar. Yunus sadar itu adalah kehendak Allah, ia kemudian rela menjatuhkan diri ke laut. Allah kemudian mengirimikan Nun paus untuk menelanYunus. Di dalam perut ikan Nun, Yunus bertobat meminta ampun dan pertolongan Allah, ia bertasbih selama 40 hari dengan berkata "Laailaahailla Anta, Subhanaka, inni kuntu minadzh dzhalimiin Tiada tuhan melainkan Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah orang yang telah berbuat zalim". Allah menjelaskan dalam surat asShaffat 139-148 "Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul. Ingatlah ketika ia lari ke kapal yang penuh muatan, kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian. Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. Maka kalau sekiranya ia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit. Dan kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu. Dan Kami utus dia kepada seratus orang atau lebih. Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu." QS. ash-Shaffat 139-148 Allah mendengar doa Yunus, dan memerintahkan ikan nun mendamparkanYunus di sebuah pantai. Allah Yang Maha Penyayang menumbuhkan pohon labu, agar Yunus yang kurus dan lemah tak berdaya dapat bernaung dan memakan buahnya. Setelah pulih, ia diperintahkan kembali ke Ninawa, dimana ia kemudian kaget melihat perubahan penduduk Ninawa yang telah beriman kepada Allah. Yunus kemudian mengajari mereka tauhid dan menyempurnakan iman mereka. bMeneladani Nabi Ayyub Nabi Ayub AS adalah putra Ish bin Ishak bin Ibrahim. Nabi Ayub adalah seorang yang kaya raya. Istrinya banyak, anaknya banyak hartanya melimpah ruah dan ternaknya tak terbilang jumlahnya. La hidup makmur dan sejahtera. Walau demikian ia tetap tekun beribadah. Segala nikmat dan kesenangan yang di karuniakan kepadanya tak sampai melupakannya kepada Allah. ia gemar berbuat kebajikan, suka menolong orang yang menderita terlebih dari golongan fakir miskin. Para Malaikat di langit terkagum-kagum dan sama membicarakan ketaatan Ayub dan keikhlasannya dalam beribadah kepada Allah. Sementara itu, Iblis yang mendengar pembicaraan itu merasa iri dan ingin menjerumuskan Ayub agar menjadi orang yang tidak sabar dan celaka. Pertama Iblis mencoba sendiri menggoda Nabi Ayub agar tersesat dan tak mau bersyukur kepada Allah. Namun ia gagal. Nabi Ayub tak tergoyahkan. Iblis kemudian menghadap Allah. Minta izin untuk menggoda Nabi Ayub "Wahai Tuhan, sesungguhnya Ayub yang senantiasa patuh dan berbakti menyembah-Mu, senantiasa, memuji-Mu, tak lain hanyalah karena takut kehilangan kenikmatan yang telah Engkau berikan kepadanya. Semua ibadah tidak ikhlas dan bukan karena cinta dan taat kepada-Mu. Andaikata ia terkena musibah dan kehilangan harta benda, anak-anak dan istrinya belum tentu ia akan teat dan tetap ikhlas menyembah-Mu." Allah berfirman kepada Iblis "Sesungguhnya Ayub adalah hamba- Ku yang sangat taat kepada-Ku, ia seorang mu'min yang sejati. Apa yang ia lakukan untuk mendekatkan diri kepada-Ku adalah semata-mata didorong iman yang teguh kuat dan taat yang bulat kepada-Ku. Iman dan taqwanya takkan tergoyah oleh perubahan keadaan duniawi. Cintanya kepada-Ku dan kebajikannya tidak akan menurun dan menjadi berkurang walau ditimpa musibah apapun yang melanda dirinya dan hartanya. la yakin bahwa siapa yang ia miliki adalah pemberian-Ku yang sewaktu-waktu dapat Aku cabut daripadanya atau menjadikannya berlipat ganda. la bersih dari segala tuduhan dan prasangkamu. Engkau tidak rela melihat hamba-hamba-Ku anak cucu Adam berada di atas jalan yang lurus. Untuk menguji keteguhan hati Ayub dan keyakinannya pada takdirKu. Kuizinkan kau menggoda dan memalingkannya dariKu. Kerahkanlah pembantu-pembantumu untuk menggoda Ayub melalui harta dan keluarganya. Cerai beraikanlah BUKU KELAS 8 SEMESTER GANJIL Demikianlah, Iblis dan para pembantunya kemudian mulai menyerbu keimanan Ayub. Mula-mula mereka membinasakan hewan ternak peliharaan Nabi Ayub. Satu persatu hewan-hewan itu mati bergelimpangan disusul lumbung-lumbung gandum dan lahan pertanian Nabi Ayub terbakar dan musnah. Iblis mengira Ayub akan berkeluh kesah setelah kehilangan ternak dan lahan pertaniannya itu. Namun Ayub tetap berbaik sangka kepada Allah. Segalanya ia serahkan kepada Allah. Harta adalah titipan Allah sewaktu-waktu dapat saja diambil lagi. Berikutnya Iblis dan pembantu-pembantunya mendatangi putra-putra Nabi Ayub di gedung yang besar dan megah. Mereka goyang-goyangkan tiang- tiang gedung sehingga gedung itu kemudian roboh dan anak- anak Nabi Ayub mati semua. Iblis mengira usahanya berhasil menggoyahkan iman Nabi Ayub yang sangat menyayangi putra-putranya itu, namun mereka kecele. Nabi Ayub, tetap berserah diri kepada Allah. Nabi Ayub bersedih hati dan menangis tapi jiwa dan hatinya tetap kokoh dalam keyakinan bahwa jika Allah Yang Maha Pemberi menghendaki semua ini maka tak ada seorang pun mampu menghalangi-Nya. Selanjutnya Iblis menaburkan baksil di sekujur tubuh Nabi Ayub sehingga beliau menderita sakit kulit yang menjijikkan. Famili dan tetangganya menjauhinya. Istri-istrinya banyak yang melarikan diri. Hanya seorang yang setia mendampinginya yaitu Rahmah. Para tetangga Nabi Ayub tidak mau ketularan penyakit, sehingga mereka - terutama kaum ibu secara terang-terangan mengusir Nabi Ayub dari perkampungan. Mereka pergi ke ujung desa, dekat pembuangan sampah. Namun di sana orang-orang yang tidak terima. Mereka tetap mengusir Nabi Ayub. Maka pergilah Nabi Ayub dan Rahmah ke sebuah tempat yang sepi dari manusia. Waktu tujuh tahun dalam penderitaan terus-menerus memang merupakan ujian berat bagi Ayub dan Rahmah. Namun Nabi Ayub bisa bersabar dan tetap berdzikir menyebut Asma Allah. Untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Rahmah terpaksa bekerja pada pabrik roti. Pagi berangkat sorenya kembali ke rumah pengasingan. Namun lama-lama majikannya mengetahui jika Rahmah adalah istri Nabi Ayub yang berpenyakitan. Mereka khawatir Rahmah membawa baksil yang dapat menular melalui roti, maka Rahmah diberhentikan dari pekerjaannya. Rahmah yang setia ini masih memikirkan suaminya. la meminta majikannya agar memberinya hutang roti. Majikannya menolak. Majikannya hanya mau memberi roti jika Rahmah rela memotong gelung rambutnya yang panjang, padahal gelung rambut itu sangat disukai suaminya. Rahmah akhirnya setuju. Namun sesampainya Rahmah di rumah Nabi Ayub menyangka Rahmah telah menyeleweng, padahal tidak. Pada suatu hari, mungkin karena tidak tahan dalam penderitaan atau karena apa. Rahmah pamit meninggalkan suaminya. la akan bekerja untuk menghidupi suaminya. Nabi Ayub melarangnya, namun Rahmah tetap pergi sembari berkeluh kesah. 'Kiranya kau telah terkena bujukan setan, sehingga berkeluh kesah atas takdir Allah. "kata Ayub kepada istrinya. "Awas kelak jika aku sudah sembuh kau akan kupukul seratus kali. Mulai saat ini tinggalkanlah aku seorang diri, aku tak membutuhkan pertolonganmu sampai Allah menentukan takdir-Nya. Setelah ditinggal Rahmah, satu-satunya orang yang masih menyayangi dan merawatnya kini Nabi Ayub hidup seorang diri. Di dalam kamarnya ia bermunajat kepada Allah "Ya Allah, aku telah diganggu oleh setan dengan kepayahan dan kesusahan serta siksaan dan Engkau wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Allah menerima do'a Nabi Ayub yang telah mencapai puncak kesabaran dan keteguhan iman dalam menghadapi cobaan. Berfirman Allah kepada Nabi Ayub "Hantamkanlah kakimu ke tanah. Dari situ air akan-memancar dan dengan air itu kau akan sembuh dari semua penyakitmu. Kesehatan dan kekuatanmu akan pulih kembali jika kau pergunakan untuk minum dan mandi." Demikianlah, setelah Nabi Ayub minum dan mandi air yang memancar dari bawah kakinya, maka ia sembuh seperti sediakala. Sementara itu Rahmah yang telah pergi meninggalkan Nabi Ayub lama-lama merasa kasihan dan tak tega membiarkan Nabi Ayub seorang diri. la datang menjenguk, namun ia tak mengenali suaminya lagi. Karena Nabi Ayub sudah sembuh dan keadaannya jauh lebih baik daripada sebelumnya. Lebih sehat dan lebih tampan. Nabi Ayub gembira melihat istrinya kembali, namun ia ingat sumpahnya yaitu ingin memukul istrinya seratus kali. la harus melaksanakan sumpah itu. Kini ia bimbang, istrinya sudah turut menderita sewaktu bersama-sama dengannya selama tujuh tahun ini; akankah ia memukulnya seratus kali. Dalam kebimbangan datanglah wahyu Allah yang memberikan jalan keluar. Firman Allah "Hai Ayub, ambillah lidi seratus buah dan pukullah istrimu itu sekali saja, dengan demikian tertebuslah sumpahmu." Ya, dengan lidi seratus, dipukulkan pelan sekali, maka sumpahnya sudah terlaksana. Berkat kesabaran dan keteguhan imannya Nabi BUKU KELAS 8 SEMESTER GANJIL Diskusikan kisah- kisah di atas dengan cara 1. Ceritakan secara singkat kisah dakwah nabi Yunus dan juga nabi Ayyub! 2. Temukan perilaku apa saja yang bisa kita teladani dari a Nabi Yunus b Nabi Ayyub 3. Temukan hikmah apa sajakah yang berada di balik kisah nabi Yunus? 4. Temukan hikmah apa sajakah yang berada di balik kisah nabi Ayyub? 5. Presentasikan hasil diskusi kalian di depan kelas! Ada sebuah motto
KisahKeteladanan Nabi Yunus Dan Nabi Ayyub. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
A. Keteladanan Nabi Yunus Nama lengkapnya adalah Nabi Yunus bin Matta dari keturunan Benyamin bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim. Nabi Yunus bin Matta diutus oleh Allah untuk berdakwah menghadapi penduduk Niwana yakni suatu kaum yang keras kepala, penyembah berhala, dan suka melakukan kejahatan. Saat itu, hanya ada dua pengikut Nabi Yunus yaitu Rubil, adalah seseorang yang alim, bijaksana dan Tanuh adalah seorang yang tenang dan sederhana. Sepeninggal Nabi Yunus, kaum Ninawa gelisah karena mendung gelap, binatang peliharaan gelisah, wajah pucat dan angin bertiup kencang membawa suara gemuruh. Kaum Ninawa takut ancaman Nabi Yunus benar-benar terjadi dan akhirnya mereka sadar bahwa Nabi Yunus adalah orang yang benar dari Allah. Kemudian kaum Ninawa beriman dan menyesali perbuatan mereka terhadap Nabi Yunus. Keadaan Nabi Yunus yang tidak menentu tanpa tujuan dengan putus asa dan merasa berdosa. Akhirnya tiba di pantai dan melihat sebuah kapal yang akan menyebrangi laut. Kemudian Nabi Yunus menumpang kapal itu dan ketika berlayar tiba-tiba terjadi badai yang hebat, kapal bergoncang dan para penumpang sepakat untuk mengurangi beban dengan membuah salah seorang diantara mereka ke laut. Undian pertama jatuh pada Nabi Yunus namun undian diulang karena penumpang merasa bahwa Nabi Yunus tidak layak dibuang karena Nabi Yunus orang yang mulia. Tapi pada pengulangan kedua dan ketiga tetap nama Nabi Yunus yang keluar. Nabi Yunus sadar itu adalah kehendak Allah, kemudian Nabi Yunus rela menjatuhkan diri ke laut. Allah kemudian mengirimkan Nun paus untuk menelan Nabi Yunus. Di dalam perut ikan Nun, Nabi Yunus bertaubat meminta ampun dan pertolongan Allah, Nabi Yunus bertasbih selama 40 hari dengan berkata “Lailaha illa Anta, Subhanaka inni kuntu minadzolimin Tiada Tuhan melainkan Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah orang yang telah berbuat dzolim”. Allah berfirman dalam Qs. As-Saffat 139-148 yang artinya “Sesungguhnya Yunus benar-benar salahseorang rasul, ingatlah ketika ia lari ke kapal yang penuh muatan, kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian. Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. Maka kalau sekiranya ia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari kebangkitan. Kemudian kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit. Dan kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu. Dan Kami utus dia kepada seratus orang atau lebih, lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu”. Qs. As-Saffat 139-148 Allah mendengar do’a Nabi Yunus dan memerintahkan ikan Nun mendamparkan Nabi Yunus di sebuah pantai. Allah Yang Maha Penyayang menumbuhkan pohon labu, agar Nabi Yunus yang kurus dan lemah tak berdaya dapat bernaung dan memakan buahnya. Setelah pulih, Nabi Yunus diperintahkan kembali ke Ninawa, dimana Nabi Yunus kaget melihat perubahan penduduk Ninawa yang telah beriman kepada Allah. Nabi Yunus kemudian mengajari mereka tauhid dan menyempurnakan iman mereka. B. Meneladani Nabi Ayyub Nabi Ayyub adalah putra Ish bin Ishaq bin Ibrahim. Nabi Ayyub adalah seorang yang kaya raya, Istrinya banyak, anaknya banyak, hartanya melimpah dan ternaknya tak terbilang jumlahnya. Nabi Ayyub hidup makmur dan sejahtera, walaupun demikian Nabi Ayyub tetap tekun beribadah. Segala nikmat dan kesenangan Nabi Ayyub tidak membuatnya lupa kepada Allah. Nabi Ayyub gemar berbuat kebajikan, suka menolong orang yang menderita terlebih dari golongan fakir miskin. Allah berfirman kepada Iblis “sesungguhnya Ayyub adalah hambaKu yang sangat taat kepada-Ku, ia seorang mukmin yang sejati. Apa yang ia lakukan untuk mendekatkan diri kepada-Ku adalah semata-mata didorong iman yang teguh kuat dan taat yang bulat kepada-Ku. Iman dan taqwanya takkan tergoyah oleh perubahan keadaan duniawi. Cintanya kepada-Ku dan kebajikannya tidak akan menurun dan menjadi berkurang walau ditimpa musibah apapun yang melanda dirinya dan hartanya. Ia yakin bahwa siapa yang ia miliki adalah pemberian-Ku yang sewaktu-waktu dapat Aku cabut daripadanya atau menjadikannya berlipat ganda. Ia bersih dari segala tuduhan dan prasangkamu. Engkau tidak rela melihat hamba-hamba-Ku anak cucu Adam berada di atas jalan yang lurus. Untuk menguji keteguhan hati Ayyub dan keyakinannya pada takdir-Ku, Kuizinkan kau menggoda dan memalingkannya dariKu. Kerahkanlah pembantu-pembantumu untuk menggoda Ayyub melalui harta dan keluarganya. Cerai beraikanlah keluarganya yang ruku damai sejahtera itu. Lihatlah sampai dimana kemampuanmu untuk menyesatkan hamba-Ku Ayyub itu”. Iblis dan para pembantunya kemudian menyerbu keimanan Ayyub. Mula-mula mereka membinasakan hewan ternak pemeliharaan Nabi Ayyub. Berikutnya Iblis dan para pembantunya mendatangi putra-putra Nabi Ayyub di gedung yang besar dan megah, digoyangkan tiang-tiang gedung itu sehingga roboh dan anak-anak Nabi Ayyub mati semua. Selanjutnya Iblis menaburkan baksil di sekujur tubuh Nabi Ayyub sehingga beliau menderita sakit kulit yang menjijikan. Keluarga dan tetangganya menjauhinya. Istri-istrinya banyak yang melarikan diri. Hanya seorang yang setia mendampinginya yaitu Rahmah. Waktu tujuh tahun dalam penderitaan terus menerus memang ujian berat bagi Ayyub dan Rahmah. Namun Nabi Ayyub selalu bersabar dan tetap berdzikir menyebut Asma Allah. Pada suatu hari, mungkin karena tidak tahan dalam penderitaan, Rahmah pamit meninggalkan Nabi Ayyub. Di dalam kamar, Nabi Ayyub bermunajat kepada Allah “Ya Allah, aku telah diganggu setan dengan kepayahan dan kesusahan serta siksaan Dan Engkau wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang”. Allah menerima do’a Nabi Ayyub yang telah mencapai puncak kesabaran dan keteguhan iman dalam menghadapi cobaan. Berfirman Allah kepada Nabi Ayyub “Hantamkanlah kakimu ke tanah. Dari situ air akan memancar dan dengan air itu kau akan sembuh dari semua penyakitmu. Kesehatan dan kekuatanmu akan pulih kembali jika kau pergunakan untuk minum dan mandi”. Sementara itu Rahmah yang telah pergi meninggalkan Nabi Ayyub, lama-lama merasa kasihan dan Rahmah kemudian datang menjenguk. Nabi Ayyub gembira melihat istrinya kembali namun Nabi Ayyub ingat sumpahnya yaitu ingin memukul istrinya seratus kali. Dalam kebimbangan datanglah wahyu Allah yang memberikan jalan keluar. Firman Allah “Hai Ayyub, ambilah lidi seratus buah dan pukulah istrimu itu sekali saja, dengan demikian tertebuslah sumpahmu.” Berkat kesabaran dan keteguhan imannya Nabi Ayyub dikaruniai lagi harta benda yang melimpah. Dari Rahmah ia mendapat anak bernama Basyar, di kemudian hari ia mendapat julukan Dzulkifli artinya Yang punya kesanggupan. Dzulkifli akhirnya juga menjadi Nabi dan Rasul Allah. RANGKUMAN 1. Nabi Yunus bin Matta diutus oleh Allah untuk berdakwah menghadapi penduduk Niwana yakni suatu kaum yang keras kepala, penyembah berhala, dan suka melakukan kejahatan. Saat itu, hanya ada dua pengikut Nabi Yunus yaitu Rubil, adalah seseorang yang alim, bijaksana dan Tanuh adalah seorang yang tenang dan sederhana. 2. Nabi Yunus diperintahkan kembali ke Ninawa, dimana Nabi Yunus kaget melihat perubahan penduduk Ninawa yang telah beriman kepada Allah. Nabi Yunus kemudian mengajari mereka tauhid dan menyempurnakan iman mereka. 3. Nabi Ayyub adalah putra Ish bin Ishaq bin Ibrahim. Nabi Ayyub adalah seorang yang kaya raya, Istrinya banyak, anaknya banyak, hartanya melimpah dan ternaknya tak terbilang jumlahnya. Nabi Ayyub hidup makmur dan sejahtera, walaupun demikian Nabi Ayyub tetap tekun beribadah. Segala nikmat dan kesenangan Nabi Ayyub tidak membuatnya lupa kepada Allah. Nabi Ayyub gemar berbuat kebajikan, suka menolong orang yang menderita terlebih dari golongan fakir miskin. Sementara itu Iblis merasa iri dan ingin menjerumuskan Nabi Ayyub agar menjadi orang yang tidak sabar dan celaka. Tetapi keimanan Nabi Ayyub lebih kuat dibanding godaan setan. MakalahKeteladanan Nabi Yunus dan Nabi Ayyub. April 13, 2017. A. Keteladanan Nabi Yumus. Nama lengkapnya Nabi Yunus Bin Matta dari keturunan Benyamin bin Ya;qub bin Ishaq bin Ibrahim. Beliau diutus oleh Allah untuk berdakwah menghadapi penduduk Ninawa, suatu kaum yang keras kepala , penyembah berhala dan suka melakukan kejahatan. 0% found this document useful 0 votes3 views11 pagesOriginal Titlekisah keteladanan nabi ayubCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes3 views11 pagesKisah Keteladanan Nabi AyubOriginal Titlekisah keteladanan nabi ayubJump to Page You are on page 1of 11 You're Reading a Free Preview Pages 6 to 10 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
\n \nketeladanan nabi ayyub dan nabi yunus
Keteladanan yang dapat dipetik dari kisah Nabi Yunus. Bahawasannya seorang yang bertugas sebagai da'i - juru dakwah harus memiliki kesabaran dan tidak boleh cepat-cepat marah dan berputus asa bila dakwahnya tidak dapat sambutan yang selayaknya atau tidak segera diterima oleh orang-orang yang didakwahinya.
KETELADANAN NABI YUNUS AS DAN NABI AYUB AS A. Keteladanan Nabi Yumus Nama lengkapnya Nabi Yunus Bin Matta dari keturunan Benyamin bin Ya;qub bin Ishaq bin Ibrahim. Beliau diutus oleh Allah untuk berdakwah menghadapi penduduk Ninawa, suatu kaum yang keras kepala , penyembah berhala dan suka melakukan kejahatan. Sedara berulangkali Yunus memperingatkan mereka, tetapi tidak mau berubah , apalagi Yunus bukan dari kaum mereka. Hanya ada dua orang yang bersedia menjadi pengikutnya, yaitu Rubil dan Tanuh. Rubil orang yang alim dan bijaksana, sedang Tanuh adalah seorang yang tenang dan sederhana. Ajaran-ajaran nabi Yunus itu bagi penduduk Niwana merupakan hal baru yang belum pernah mereka dengar sebelumnya. Untuk itu mereka tidak dapat menerimanya untuk menggantikan ajaran dan kepercayaan yang telah diwariskan oleh nenek moyang mereka yang sudah menjadi adat kebiasaan mereka turun temurun. Apalagi pembawa agama itu adalah orang asing. Mereka berkata kepada Nabi Yunus “ Apakah kata-kata yang engkau ucapkan itu dan kedustaan apa yang engkau anjurkan kepada kami tentang agama barumu itu ? inilah tuhantuhan kami yang sejatiyang kami sembah dan disembah oleh nenek moyang kami. Alas apa yang membenarkan kami meninggalkan agama kami yang diwariskan oleh nenek moyang kami dan menggantikan dengan agama barumu?, Engkau adalah orang asing yang dating pada kami agar kami mengubah keyakinan kami. Apakah kelebihanmu sehingga mengajari dan menggurui kami. Hentikan perbuatan sia-siamu itu. Penduduk Niwana tidak akan mengikutimu karena kami teguh dengan ajaran nenek moyang kami”. Nabi Yunus berkata “ Aku hanya mengajakmu beriman dan bertauhid sesuai dengan amanah Allah yang wajib aku sampaikan padamu. Aku hanyalah pesuruh Allah yang ditugaskan mengeluarkanmu dari kesesatan dan menuntunmu di jalan yang lurus . aku sekalikali tidak mengharapkan upah atas apa yang kukerjakan ini. Aku tidak bias memaksamu menguikutiku. Namun jika kamu tetap bertahan pada akidah nenek moyangmu itu, maka Allah akan menunjukkan tanda-tanda kebenaran akan risalahku dengan menurunkan azab yang pedih padamu, seperti yang terjadi pada kaum-kaum sebelum kamu, yaitu kaum Nuh, Aad, dan Tsamud. Mereka menjawab dengan menantang “ kami tetap tidak akan mengikuti kemauanmu dan tidak takut ancamanmu. Tunjukkan ancamanmu jika kamu termasuk orangorang yang benar !” Nabi Yunus tidak tahan dengan penduduk Ninawa yang keras kepala. Lalu pergi dengan marah dan jengkel sambil meminta Allah menghukum mereka. Penduduk Ninawa Bertaubat. Sepeninggal Nabi Yunus, kaum Ninawa gelisah, karena mendung gelap, binatang peliharaan mereka gelisah, wajah mereka pucat pasi, dan angin bertiup kencang yang membawa suara gemuruh. Mereka takut ancaman Nabi Yunus benar-benar terjadi. Akhirnya mereka sadar bahwa Yunus adalah orang yang benar. Mereka akhirnya beriman dan menyesali perbuatan mereka terhadap Yunus. Mereka lari tunggang langgang mencari Yunus sambil berteriak meminta pengampunan Allah . Allah Maha Pemaaf-pun mengampuni mereka, dan segera seluruh keadaan pulih seperti sediakala, pendududk Niwana tetap mencari Yunus agar ia dapat mengajari agama dan menuntun mereka ke jalan yang benar. Keadaan Yunus setelah pergi dari Niwana tidak menentu. Ia mengembara tanpa tujuan dengan putus asa dan merasa berdosa. Akhirnya ia tiba di pantai dan melihat sebuah kapal yang akan menyeberangi laut. Ia menumpang kapal itu, ketika telah berlayar tiba-tiba terjadi badai yang hebat. Kapal bergoncang, dan para penumpang sepakat untuk mengurangi beban dengan mengurangi salah seorang diantara mereka ke laut. Undian pertama jatuh pada Yunus, namum undian diulang karena penumpang merasa Yunus tidak pantas dibuang karena ia orang mulia. Tapi pada pengulangan kedua, ketiga, tetap nama Yunus yang keluar. Yunus sadar itu adalah kehendak Alllah Swt, ia rela menjatuhkan diri ke laut. Allah kemudian mengirimkan Nun paus untuk menelan Yunus. Dalam perut ikan Yunus bertaubat , ia bertasbih selama 40 hari dengan berkata ”Lailaha illa anta, subhanaka, inni kuntu min addalimin tiada Tuhan melainkan Engkau, maha suci Engkau, sesungguhnya aku adalah orang yang berbuat zalim”. Allah menjelaskan dalam QS As-Saffat 139-148 Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul. Ingatlah ketika ia lari ke kapal yang penuh muatan, kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian. Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. Maka sekiranya ia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keaadaan sakit. Dan kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu. Dan kami utus dia kepada seratus orang atau lebih. Lalu mereka beriman, karena itu kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu.” QS. As-Soffat 139-148 . Allah mendengar doa Yunus, dan memerintahkan ikan nun mendamparkan Yunus di sebuah pantai, Allah yang Maha Penyayang menumbuhkan pohon labu, agar Yunus yang kurus dan lemah tak berdaya dapat bernaung dan memakan buahnya, setelah pulih ia diperintahkan kembali ke Nawana, dimana ia kemudian kaget melihat perubahan penduduk Niwana yang telah beri,am kepada Allah. Yunus kemudian mengajari mereka tauhid dan menyempurnakan iman mereka. B. Meneladani Nabi Ayyub Nabi Ayyub adalah putra Ish bi Ishak bin Ibrahim. Nabi Ayub adalah orang kaya raya. Istrinya banyak, anaknya banyak, hartanya melimpah ruah dan ternaknya tak terbilang jumlahnya. Ia hidup makmur dan sejahtera. Walau demikian ia tekun beribadah. Segala nikmat dan kesenangan yang dikaruniakan kepadanya tak sampai melupakannya kepada Allah. Ia berbuat kebaikan suka menolong orang yang menderita terlebih dari golongan fakir miskin. Para malaikat di langit terkagum-kagum dan membicarakan ketaatan Ayyub dan keikhlasannya dalam beribadah kepada Allah. Sementara itu iblis yang mendengar pembicaraan itu merasa iri dan ingin menjerumuskan Ayyub agar menjadi orang yang tidak sabar dan celaka. Pertama iblis mencoba sendiri menggoda Ayyub agar tersesat dan tak mau bersyukur kepada Allah. Namun ia gagal, nabi Ayyub tak gtergoyahkan. Iblis kemudian menghadap Allah minta ijin untuk menggoda nabi Ayyub “Wahai Tuhan, sesungguhnya Ayyub yang senantiasa patuh dan berbakti menyembah-Mu, memujiMu, tak lain karena takut kehilangan kenikmatan yang telah engkau berikan kepadanya. Semua ibadah tidak ikhlas dan bukan karena cinta dan taat kepada-Mu. Andaikata ia terkena musibah dan kehilangan harta benda, anak-anak dan istrinya belum tentu ia akan taat dan tetap ikhlas menyembahmu.” Allah berfirman kepada Iblis “Sesungguhnya Ayyub adalah hambaku yang sangat taat kepada=Ku. Ia seorang mukmin yang sejati. Apa yang ia lakukan untuk mendekatkan diri kepada-Ku adalah semata-mata didorong iman yang teguh kuat dan taat yang bulat kepada=ku. Iman dan takwanya tak tergoyah oleh perubahan keadaan dunia duniawi. Cintanya keepada=Ku dan kebaikannya tidak akan menurun dan menjadi berkurang walau ditimpa musibah apapun yang melanda dirinya dan hartanya. Ia yakin bahwa siapa yang ia miliki adalah pemberian-Ku yang sewaktu-waktu dapat Aku cabut daripadanya atau menjadikanya berlipat ganda. Ia bersih dari segala tuduhan dan prasangkamu. Engkau tidak rela melihat hamba-Ku anak cucu Adam berada di atas jalan yang lurus. Untuk menguji keteguhan hati Ayyub dan keyakinannya pada takdir-Ku. Kuijinkan kau menggoda dan memalingkannya dari-Ku. Kerahkanlah pembantu-pembantumu untuk menggiodsa Ayyub melalui harta dan keluarganya. Ceraiberaikanlah keluarganya yang rukun damai sejahtera itu. Lihatlah sampai dimana kemampuanmu untuk menyesatkan hamba-Ku Ayyub itu.” Demikianlah, Iblis dan para pembantunya kemudian mulai menyerbu keimanan Ayyub, mula-mula mereka membinasakan hewan ternak nabi Ayyub. Satu persatu hewan itu mati bergelimpangan disusul lumbung-lumbung gandum dan lahan pertaniam terbakar dan musnah. Iblis mengira Ayyub akan berkeluh kesah setalah kehilangan ternak dan lahan pertaniannya. Namun Ayyub tetap berbaik sangka pada Allah. Segalanya ia serahkan kepada Allah. Harta adalah titipan Allah sewaktu-waktu dapat diambil lagi. Berikutnya Iblis dan pembantu-pembantunya mendatangi putra-putra nabi Ayyub di gedung yang besar dan megah. Mereka goyang-goyangkan tiang-tiang gedung sehingga gedung itu kemudian roboh dan anak-anaknya mati semua. Iblis mengira usahanya berhasil menggioyahkan iman nabi Ayyub yang sangat menyayangi putra-putranya itu, namun mereka kecewa. Nabio Ayyub tetap berserah diri kepada Allah. Nabi bersedih hati dan menangis tetapi jiwa dan hatinya tetap kokoh dalam keyakinan bahwa jika Allah menghendaki semua itu maka tak ada orang yang mampu menghalangi-Nya. Selanjutnya Iblis menaburkan baksil di sekujur tubuh nabi Ayyub sehingga beliau menderita sakit sakit kulit yang menjijikkan. Keluarga dan tetangganya menjauhinya. Istri-istrinya banyak yang melarikan diri. Hanya seorang yang mendampinginya yaitu Rahmah. Para tetanga nabi Ayyub tidak mau ketularan penyakit, sehingga mereka terutama kaum ibu secara terang-terangan mengusir Nabi Ayyub dari perkampungan. Mereka pergi ke ujung desa, dekat pembuangan sampah. Namun disana orang-orang tidak terima. Mereka tetap mengusir nabi Ayyub. Maka pergilah Nabi Ayyub dan Rahmah ke sebuah tempat yang sepi dari manusia. Waktu tujuh tahun dalam penderitaan terus menerus memang merupak ujian berat bagi Ayyub dan Rahmah. Namun Ayyub bias bersabar dan tetap berdzikir menyebut Asma Alllah. Untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, Rahmah terpaksa bekerja pada pabrik roti. Namun lama-lama majikannya mengetahui bahwa Rahhmah adalah istri Nabi Ayyub yang berpenyakitan. Mereka kawatir Rahmah membawa baksil yang dapat menular melalui roti, maka Rahmah diberhentikan. Rahmah yang setia ini masih memikirkan suaminya. Ia meminta majikannya agar memberinya majikannya menolak. Majikannya hanya mau member roti jika Rahmah rela memotong gelung rambutnya yang panjang, padahal gelung rambut itu sangatt disukai suaminya. Rahmah akhirnya setuju. Manun sesampainya di rumah, menyangka istrinya telah menyeleweng. Padahal tidak. Pada suatu hari, mungkin karena tidak tahan dalam penderitaan atau karena apa, Rahmah pamit meninggalkan
KisahNabi Musa AS dan Nabi Khidir AS Kuiz. oleh Noorshazleensuh. Characters in Prophet Abraham / Nabi Ibrahim ( Zaky & Friends V.) Silang kata. oleh Sitisofiahmdsal. Pendidikan Islam: Pengajaran dari Kisah Kelahiran Nabi Muhammad Kuiz. oleh D088727.
Nabi Ayyub anak Ish bin Ishaq bin Ibrahim Beliau seorang nabi yang sangat kaya sekali, mempunyai ternak yang bermacam-macam, seperti sapi,kambing, kuda, keledai, unta, dan lain seorang yang baik hati, suka mengeluarkan harta bendanya untuk membantu fakir miskin, yatim piatu, memuliakan tamu dan sebagainya, kekayaannya itu tidak melalaikannya ibadah kepada Allah Swt. Kekayaan yang melimpah-limpah itu tidak menyebabkan ia menjadi sombong dan lupa kepada orang-orang yang miskin. Walauoun ia seorang yang kaya namunkehidupannya tidak berlebih-lebihan, bahkan semakin kaya semakin bertambah taatnya kepada Allah kekayaan yang banyak dan keturunan yang banyak pula, dia tidak makin kendor semangatnya untuk beribadat dan bersujud kepada Allah orang yang beriman dan taat beribadat, syaithan selalu mencoba mengodanya. Demikian pula akan halnya terhadap Nabi Ayyub Dengan berbagai cara dan akal bulus, syaithan mencoba membujuknya dengan merayu-rayu dan dengan senjatanya yang ampuh, agar Ayyub dapat bergeser dari imannya dan dari Allah kepada Nabi Ayyub harta bendanya habis, sehingga Ayyub yang tadinya kaya raya, lama kelamaan menjadi miskin. Hal ini tidak menggoncangkan keimanannya, karena beliau senantiasa ingat bahwa semua manusia lahir ke dunia tidak membawa apa-apa, kemudian Allah memberikannya rizqi dan Allah lah yang memberikan kekayaan. Dan kepada Allah harta benda itu kembali, yakni Allah lah yang mengambil kembali harta ujian cobaan ini, luluslah Ayyub. Beliau tidak bergeser sedikit pun imannya dan ibadahnya kepada Allah. Kemudian Allah mengujinya lagi, anak-anaknya yang banyak itu, sekarang banyak pula yang mati, dari saat ke saat cobaan dan ujian itu terus ini tidak mempengharui diri Nabi Ayyub, beliau ingat bahwa manusia semula dari Allah, kemudian kembali kepada-Nya, termasuk dirinya akan kembali pula itu diterima oleh Ayyub dengan sabar, kemudian syaithan berusaha dengan sekuat-kuatnya untuk menggoncangkan keimanan Nabi Ayyub. Dan Allah mngujinya dnegan memberikan penyakit yang dahsyat, penyakit yang tidak smebuh-sembuh, sehingga rupanya Ayyub pun berubah dan kelihatannya sangat tua sekali. tetapi ia pun tetap tenang dan sabar, tidak pernah mengeluh karena sakitnya itu, dan segala ibadat yang dikerjakannya sebagaimana waktu sebelum sakit ia kerjakan dengan bertambah khusyu’.Syaithan pun putus asa, karena dengan cara apa pun tidak berhasil menggoda Ayyub, walau bagaimanapun sakit yang dideritanya, imannya tidak bergeser sedikitpun. Maka syaithan mencari jalan laindengan memperdaya istrinya, supaya berkurang menjaga suatu hari istri Ayyub enggan melayani suaminya. Ayyub menjadi marah kepada istrinya dengan berujar “Jika aku sembuh pasti kupukul seratus kali”. dan Nabi Ayyub berdo’a kepaada Allah Swt sebagaimana tertera dalam kitab al-Qur’an.“Ingatlah ketika Ayyub menyeru kepada Tuhan-nya” Ya Tuhanku, aku dapat penyakit dan cobaan yang sebabkan oleh syaithan” QS. Shaad ayat 41.Do’a Nabi Ayyub dikabulkan tuhan, dan Ayyub pun sembuh dari penyakitnya, dan harta kekayaannya pun kembali seperti sedia kala, juga keluarganya sehat-sehat seperti sedia memperlihatkan keimanan Nabi Ayyub yang tidak sedikit pun bergeser walaupun musibah dan cobaan bertubi-tubi, sehingga syaithan menjadi kalah dan tidak berdaya. Sewaktu Nabi Ayyub berdo’a minta sembuh, Tuhan berfirman sebagaimana tertera dalam al-Qur’an“Hentakkanlah injaklah dnegan keras kakimu ke atas bumi, niscaya terbit di sana mata air yang sejut, maka mandi dan minumlah, lalu sembuhlah penyakitnya” QS. Shaad ayat 42.Setelah Nabi Ayyub sembuh dari penyakitnya, kemudian Nabi Ayyub ingin melaksanakan janjinya untuk memukul istrinya seratus kali, maka hal itu dibolehkan oleh Allah sebagaimana firman-Nya dalam al-Qur’an“Ambillah sekerat kayu dengan tanganmu, lalu pukullah istrimu dengan itu, maka tiadalah kamu melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami mendapai Ayyub itu orang yang sabar, dia sebaik-baik hamba dan banyak bertaubat kepada Allah Swt.” QS. Shaad ayat 44.Demikian Nabi Ayyub tidak jadi memukul istrinya seratus kali pukul, tetapi lidi yang seratus itu dijadikan satu ikatan dan dipukulkan sekali saja, untuk melaksanakan janjinya itu sewaktu beliau masih Ayyub adalah wanita yang shalehah, ia berbuat sesuatu bukanlah karena tabi’atnya yang jelek, namun karena digoda oleh syathan, dan Allah Swt Maha Pengampun lagi Maha lama kemudian Nabi Ayyub mempunyai anak yang banyak, diantaranya anak laki-laki bernama Basyir yang digelari Dzulkifli yang pada akhirnya menjadi seorang nabi Drs. Moh. Rifai, Riwayat 25 Nabi & Rasul, hal 94-97, Toha Putra, Semarang, 1976 M.
KisahNabi Yusuf alaihissalam dalam al-Qur'an diabadikan dalam beberapa fragmen, yang kemudian disatukan dalam surah khusus, yakni Surah Yusuf (Surah ke-12 dalam al-Qur'an). Ini menandai nilai pentingnya kisah tersebut untuk diambil pelajaran. Terutama tentang keluarga, keteguhan dalam bertauhid, visi dan kebijakan seorang pemimpin, dan masih banyak lagi. 1RPP 1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan MTs. Mamba’ul Hisan Wanggar Mata Pelajaran Akidah Akhlak Kelas / Semester VIII Delapan / Gasal Materi Pokok Keteladanan Nabi Yunus dan Nabi Ayub Alokasi Waktu 2 Pertemuan 4 x 40 menit A. Kompetensi Int 1. Menghayati dan mengamalkan ajara agama yang dianutnya 2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduligotong royong , kerjasama, toleransi, damai santun, responsifdan pro aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif denagan lingkungan social dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia 3. Memahami ,menerapkan , menganalisis pengetahuan factual , konseptual , procedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan ,teknologi , seni budaya, dan humaniora denagan wawasan kemanusiaan,kebangsaan , kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian , serta menerapkan pengetahuan procedural pada bidang kajian yang sesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah. 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan B. Kompetensi Kompetensi Menganalisis kisah keteladanan Nabi Yunus dan Nabi Ayub 4,5 menceritakan kisah keteladanan Nabi YUnus dan Nabi Ayub C. Indikator Pencapaian Kompetensi Menjelaskan contoh keteladanan Nabi Yunus dan Nabi Ayub Menjelaskan hikmah yang bisa di ambil dari kisah keteladanan Nabi Yunus dan Nabi Ayub Menunjukkan contoh orang/tokoh yang meneladani sifat Nabi Yunus dan Nabi Ayub Menyajikan cuplikan kisah-kisah keteladanan Nabi Yunus dan Nabi Ayub D. Tujuan Pembelajaran Stelah peserta didik mengamati, menanya, mengeksplorasi , menalar dan merefleksi tentang kisah keteladanan Nabi Yunus dan Nabi Ayub di harapkan peserta didik mampu menjelaskan contoh kisah keteladanan Nabi Yunus dan Nabi Ayub menjelaskan hikmah yang bisa diambil dari Nabi Yunus dan Nabi Ayub cuplikan kisah -kisah keteladanan Nabi Yunus dan Nabi Ayub 2E. Materi Pembelajaran Menjelaskan contoh kisah keteladanan Nabi Yunus dan Nabi Ayub Menjelaskan Hikmah yang bisa di ambil dari kisah keteladanan Nabi Yunus dan Nabi Ayub Menyajikan cuplikan cerita Kisah keteladanan Nabi Yunus dan Nabi F. Metode Pembelajaran Pendekatan Saintifik Metode Observasi, Diskusi, Demonstrasi, PBL G. Media, Alat dan Bahan Sumber Pembelajaran Media print cerita bergambar Alat Komputer Sumber Belajar Lukman Chakin, Akhidah Ahlak Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013 Kelas VIII Jakarta Kementrian Agama RI 2015 Direktorat Jendral Pendidikan Islam H. Langkah-langkah Pembelajaran 1. Pendahuluan 10 menit • Guru membuka pembelajaran dengan membaca Basmalah dilanjutka salam dan berdo’a Bersama • Guru membuka pelajaran dengan menyapa penuh kehangatan • Guru memeriksa kesiapan peserta didik untuk menjelaskan kisah keteladnan Nabi Yunus dan Nabi Ayub • Guru memberi apresiasi terhadap peserta didik atas jawaban yang ditanyakan • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran • Guru menyampaikan tahapan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam pembelajaran 2. Kegiatan Inti • Mengamati a. Peserta didik diajak mengamati lembaran cerita bergambar b. Peserta didik mendengarpenjelasan guru terkait dengan cerita bergambar • Menanya a. Guru mengarahkan peserta didik agar dapat bertanya sesuai gambar yang ada b. Guru memberikan format pertanyaan kepada peserta didik No Pertanyaan 1 2 3 4 • Menalar a. Setelah proses bertanya peserta didik agar diminta untuk menemukan jawaban pertanyaan tersebutdengan cara membaca buku Teks b. Pada kolom Rangkuman guru menyampaikan materi penting yang harus dikuasai oleh peserta didik yang berkaitan dengan materi kisah keteladanan Nabi Yunus dan Nabi Ayub • Mencoba 3a. Guru menyampaikan konsepatau permasalahan yang aan didiskusikan oleh peserta didik kisah-kisah keteladanan Nabi Yunus dan Nabi Ayub Kisah Keteladnan Nabi Yunus dan Nabi Ayub b. Membuat kelompok yang anggotanya 5 orang c. Guru memberikan penguatan yang berkaitan dengan materi Kisah Keteladnan Nabi Yunus dan Nabi Ayub • Mengomunikasikan a. Guru mengajak semua peserta didik Bersama menyimpulkan kajian materi b. Guru mengoreksi hasil peserta didik c. Guru mengajak peserta didik merefleksi terhadap pembelajaran yang baru dilaksanakan materi apa saja yang belum dikuasai, dan mengajak peserta didik untuk mengasosiasikan apa yang seharusnya dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. 3. Penutup 1. Guru mengajak peserta didik menyimpulkan kajian embelajaran 2. Guru memberikan penekanan kepada peserta didik agar senantiasa berakhlak mulia sebagai implementasi kisah keteladanan Nabi Yunus dan Nabi Ayub 3. Guru Bersama peserta didik menutup proses pembelajara dengan mengucapkan Hamdallah Bersama-sama. I. Penilaian Hasil Belajar A. Penilaian 1. Penilaian sikap a. Jenis/teknik penilaian Observasi b. Bentuk instrumen penilaian Lembar observasi c. Instrumen penilaian No. Aspek Skor 1 - 4 1 Tanggung Jawab menyelesaikan tugas yang diberikan bmenggunakan waktu secara efektif dan efisien peran secarasukarela setiap peristiwa yang memerlukan penanganan guru 4 2 Disiplin a. Hadir tepat waktu b. Mengikuti seluruh proses pembelajaran c. Mentaati prosedur belajar sesuai tugas d. Selesai tepat waktu 4 3. Kerja sama a. Melibatkan diri dan mengambil peran secara aktif dalam kelas b. Berbagi tugas dengan siswa lain tidak mendominasi c. Tidak mengganggu siswa lain d. Membantu mempersiapkan dan merapikan peralatan pembelajaran 4 4TOTAL SKOR 12 Pedoman penskoran 1Penskoran Skor 4, jika seluruh Indikator ditunjukkan oleh siswa yang diamati Skor 3, jika tiga Indikator ditunjukkan oleh siswa yang diamati Skor 2, jika dua Indikator ditunjukkan oleh siswa yang diamati Skor 1, jika hanya satu Indikator ditunjukkan oleh siswa yang diamati 2Pengolahan skor Skor maksimum 12 Skor perolehan siswa SP Nilai sikap yang diperoleh siswa SP/12 X 4 Rentang nilai sikap Nilai Predikat 2,33 ˂Nilai ≤ 2,66 B- 2,66 ˂Nilai ≤ 3,00 B 3,00 ˂Nilai ≤ 3,33 B+ 3,33 ˂Nilai ≤ 3,66 A- 3,66 ˂Nilai ≤ 4,00 A 2. Penilaian pengetahuan a. Jenis/teknik penilaian Tes tertulis b. Bentuk instrumen penilaian Uraian c. Instrumen penilaian No Butir Soal Skor 1 Jelaskan bagaimana kisah keteladanan Nabi Yunus dan Nabi Ayub! 4 2 Sebutkan hikmah yang bisa diambil dari kisah keteladanan Nabi Yunus dan Nabi Ayub 4 Jumlah 8 d. Pedoman penskoran 51 Penskoran Skor 4, jika jawaban benar dan lengkap Skor 3, jika jawaban benar tetapi kurang lengkap Skor 2, jika sebagian jawaban benar dan kurang lengkap Skor 1, jika hanya sebagian jawaban yang benar dan tidak lengkap 2 Pengolahan skor Skor maksimum 8 Skor perolehan peserta didik SP Nilai yang diperoleh peserta didik SP/8 X 4 3 Rentang nilai Nilai Predikat 2,33 ˂Nilai ≤ 2,66 B- 2,66 ˂Nilai ≤ 3,00 B 3,00 ˂Nilai ≤ 3,33 B+ 3,33 ˂Nilai ≤ 3,66 A- 3,66 ˂Nilai ≤ 4,00 A 3. Penilaian ketrampilan a. Teknik Penilaian Tes Praktek b. Bentuk Instrumen Uji Praktek Kinerja c. Kisi-kisi No Indikator Instrumen 1. Menjelaskan contoh keteladanan Nabi Yunus dan Nabi Ayub Jelaskan contoh keteladanan Nabi Yunus dan Nabi Ayub 2. Menyajikan cuplikan kisah-kisah keteladanan Nabi Yunus dan Nabi Ayub Ceritakan kembali kisah keteladanan Nabi Yunus dan Nabi Ayub Pededoman penskoran Sangat baik = 4 jika penampilan benar dan lengkap Baik = 3 jika penampilan benar dan lengkap Kurang baik = 2 jika sebagian penampilan benar dan kurang lengkap 6 Tidak baik = 1 jika hanya sebagian penampilan yang benar dan tidak lengka J. Pengayaan Bagi peserta didik yang sudah menguasai materi pembelajaran , diminta untuk mengerjakan materi pengayaan yang sudah disiapkan oleh guru. guru mencatat dan memberikan tambahan niali bagi peserta didik yang berhasil dalam pengayaan. K. Remidaial Bagi peserta didik yang belum tuntas , guru sebaiknya mengidentifikasi tujuan pembelajaran yang belum dikuasi oleh peserta didik . Berdasarkan dari identitas itu guru menyampaikan pembelajaran ulang yang sudah focus pada materi yang dianggap sulit oleh peserta didik . Pelaksanaan Remidial dilakukan pada hari dan waktu tertentu yang esuai dengan keadaan. Mengetahui Nabire, 14 juli 2021 Kepala MTs. Mamba’ul Hisan Wanggar Guru Mata Pelajaran SITI NURHAYATI,SE, SUYANI, NIP NIP
KETELADANANNABI YUNUS DAN NABI AYYUB KOMPETENSI INTI 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya 2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
- Bagaimana kisah keteladanan Nabi Yunus AS?Salah satu kisah yang cukup menarik dari perjalanan dakwah Nabi Yunus AS ialah ketika ia ditelan seekor ikan besar di tengah laut. Namun, berkat kehendak Allah SWT, Nabi Yunus tetap bisa hidup dan keluar dari perut binatang tersebut. Pada saat menjalani dakwah, mulanya Nabi Yunus As menyerukan kepada umat kala itu untuk kembali menyembah kepada Allah SWT. Akan tetapi, sang kaum bersikeras untuk tidak mau diajak kembali ke jalan yang benar dan tetap menyekutukan-Nya. Sebagai akibat, Nabi Yunus As pun meninggalkannya seraya memberi ancaman bahwa bakal tiba azab dari Allah SWT kepada mereka lantaran telah mengingkarinya. Kemudian, pergilah Nabi Yunus As menuju Aleppo Suriah, Yafa Palestina, serta Tarsyisy Tunisia. Sementara kaum yang ditinggalkan tadi sudah mulai resah. Mereka khawatir akan benar-benar datang azab Allah SWT yang bakal ditimpakan. Merasa terancam, kaum tersebut bertaubat dan menyadari atas kesalahan yang telah diperbuat selama ini. Dikisahkan bahwa mereka memisahkan anak-anak dari ibunya. Hal itu tidak hanya berlaku untuk manusia, tetapi juga terhadap binatang yang ada. Cara tersebut dimaksudkan agar terdengar suara yang cukup kencang sambil berdoa kepada Allah SWT untuk memohon pengampunan. Alhasil, Allah SWT tidak menurunkan azab kepada mereka. Dalam surah Yunus ayat 98, disebutkan bahwa فَلَوْلَا كَانَتْ قَرْيَةٌ ءَامَنَتْ فَنَفَعَهَآ إِيمَٰنُهَآ إِلَّا قَوْمَ يُونُسَ لَمَّآ ءَامَنُوا۟ كَشَفْنَا عَنْهُمْ عَذَابَ ٱلْخِزْىِ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَمَتَّعْنَٰهُمْ إِلَىٰ حِينٍ Artinya "Dan mengapa tidak ada penduduk suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Tatkala mereka kaum Yunus itu, beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu". Kisah Keteladanan Nabi Yunus As Ditelan Ikan Besar Di lain tempat, Nabi Yunus As menumpang sebuah kapal dalam menjalankan pelayarannya. Namun, kapal yang ditumpangi tersebut justru mengalami kendala terkait bobot. Salah satu pilihan ialah dengan mengurangi salah satu penumpang dan diceburkan ke tengah laut. Melalui surah Ash-Shaffat, dijelaskan bahwa "Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul, ingatlah ketika ia lari, ke kapal yang penuh muatan, kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian". Kejadian berikutnya adalah Nabi Yunus As akhirnya menceburkan diri ke laut secara suka rela. Tidak butuh waktu yang lama, seekor ikan besar Nabi Yunus Di dalam perut ikan tersebut, Nabi Yunus melakukan zikir tiada henti dalam suasana kegelapan. Dirinya pun bertasbih memohon ampunan kepada Allah ini salah satu doa Nabi Yunus saat berada di dalam perut ikan لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَLaa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minadz dzaalimiinArtinya “Ya Allah, Tiada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Allah. Sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri dan aku termasuk golongan orang yang zalim.” QS Al-Anbiyâ ayat 87 menuliskan"Dan ingatlah kisah Zun Nun Yunus, ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, ”Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim". Melihat sang nabi yang sudah mengakui kesalahannya lantaran meninggalkan umat dalam kondisi marah, Allah SWT mengabulkan permohonan beliau. Lanjutan ayat berikutnya berbunyi"Maka Kami kabulkan doanya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman". Nabi Yunus As akhirnya dilemparkan dari perut ikan tersebut ke daerah yang cukup tandus dalam keadaan sakit. Di tempat yang sangat kering itu, ia menemukan sebuah pohon labu yang langsung dijadikan santapan Beriman Kepada Para Rasul Allah SWT Allah SWT mewajibkan umat Islam untuk beriman kepada para RasulNya, tentu memiliki makna yang penting. Salah satu hal penting tersebut disampaikan oleh Allah SWT dalam kitabnya sebagai berikut“Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.” QS Al-Ahzab {33}21Dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti oleh Kemendikbud 2017114, beriman kepada para Rasul Allah SWT akan memberikan manfaat dan hikmah kepada umat Islam. Beberapa manfaat dan hikmah yang akan didapatkan sebagai berikut1. Menyempurnakan rukun iman yang keempat2. Menjadikan kisah para Rasul sebagai suri teladan yang baik dalam hidup3. Termotivasi untuk melakukan perilaku sosial yang baik dalam masyarakat4. Tidak akan kehilangan arah dalam contoh manusia yang baik5. Timbulnya rasa cinta mahabah kepada para Rasul dan mulai mencontoh perilaku-perilaku terpujinya6. Mengetahui hakikat hidup seorang manusia, yaitu untuk taat beribadah kepada Allah SWT“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” Az-Zariyat {51}56Baca juga Kisah Teladan Nabi Daud As Ketika Gunung dan Burung Ikut Bertasbih Kisah Nabi Nuh AS Sabar dalam Berdakwah dan Selalu Mendoakan - Pendidikan Kontributor Beni JoPenulis Beni JoEditor Dhita KoesnoPenyelaras Yulaika Ramadhani
DalamKisah Nabi Zulkifli AS merupakan anak dari Nabi Ayyub AS dan Rahmah yang berarti Beliau merupakan cucu dari Nabi Ibrahim AS. Beliau diangkat menjadi Nabi dan Rasul oleh Allah SWT setelah kenabian ayahnya Nabi Ayyub AS.Disaat Beliau mendapatkan cobaan yang diberikan Allah SWT, tidak pernah Ia sedikitpun mengeluh. Penjelasan: semoga membantu
Ada sebuah kisah menarik tentang Nabi Yunus dan Kalimat tasbih yang diabadikan Allah di dalam Al-Quran. Kisah tersebut dapat kita temukan pada Surah Al-Anbiya ayat 87-88 yang berbunyi وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ 87 فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ 88 “Dan ingatlah kisah Dzun Nun Yunus, ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya menyulitkannya, maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim, Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman". Ayat ini merupakan ayat yang menerangkan kisah Nabi Yunus as yang ditelan oleh seekor ikan yang mempunyai ukuran yang sangat besar. Namun Allah berkehendak lain atas kejadian yang menimpa Nabi Yunus as, dengan menyelamatkan dari bahaya dan malapetaka yang menimpa Nabi Yunus. Mengenai kisah nabi Yunus banyak sekali riwayat yang disampaikan oleh para mufasir, salah satunya Kisah Nabi Yunus yang terdapat pada kitab Tafsir Ibnu Katsir أَنَّ يُونُسَ بْنَ مَتَّى عَلَيْهِ السَّلَامُ، بَعَثَهُ اللَّهُ إِلَى أَهْلِ قَرْيَةِ نِينَوَى، وَهِيَ قَرْيَةٌ من أرض الموصل، فدعاهم إلى الله تعالى، فَأَبَوْا عَلَيْهِ وَتَمَادَوْا عَلَى كُفْرِهِمْ، فَخَرَجَ مِنْ بَيْنِ أَظْهُرِهِمْ مُغَاضِبًا لَهُمْ، وَوَعَدَهُمْ بِالْعَذَابِ بَعْدَ ثَلَاثٍ، فَلَمَّا تَحَقَّقُوا مِنْهُ ذَلِكَ وَعَلِمُوا أَنَّ النَّبِيَّ لَا يَكْذِبُ، خَرَجُوا إِلَى الصَّحْرَاءِ بِأَطْفَالِهِمْ وَأَنْعَامِهِمْ وَمَوَاشِيهِمْ، وَفَرَّقُوا بَيْنَ الْأُمَّهَاتِ وَأَوْلَادِهَا، ثُمَّ تَضَرَّعُوا إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَجَأَرُوا إِلَيْهِ، وَرَغَتِ الْإِبِلُ وَفُصْلَانُهَا، وَخَارَتِ الْبَقَرُ وَأَوْلَادُهَا، وَثَغَتِ الغنم وسخالها، فَرَفَعَ اللَّهُ عَنْهُمُ الْعَذَابَ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فَلَوْلا كانَتْ قَرْيَةٌ آمَنَتْ فَنَفَعَها إِيمانُها إِلَّا قَوْمَ يُونُسَ لَمَّا آمَنُوا كَشَفْنا عَنْهُمْ عَذابَ الْخِزْيِ فِي الْحَياةِ الدُّنْيا وَمَتَّعْناهُمْ إِلى حِينٍ [يُونُسَ 98] Nabi Yunus ibnu Mata diutus oleh Allah kepada penduduk kota Nainawi, yaitu suatu kota besar yang terletak di negeri Mausul. Nabi Yunus menyeru mereka untuk menyembah Allah Swt., tetapi mereka menolak dan tetap tenggelam di dalam kekafirannya. Maka Yunus pergi meninggalkan mereka dalam keadaan marah seraya mengancam mereka bahwa dalam waktu tiga hari lagi akan datang azab dari Allah. Setelah mereka melihat tanda-tanda datangnya azab itu dan mereka mengetahui bahwa nabi mereka tidak dusta dalam ancamannya, maka mereka keluar menuju ke padang sahara bersama anak-anak mereka dengan membawa ternak unta dan ternak lainnya milik mereka yang mereka pisahkan antara induk dan anaknya. Kemudian mereka memohon kepada Allah dengan merendahkan diri, dan menyeru-Nya untuk meminta pertolongan, semua ternak unta dan anak-anaknya mengeluarkan suara lenguhan, begitu pula sapi dan anak-anaknya, dan juga kambing dan anak-anaknya. Akhirnya Allah tidak jadi menurunkan azab kepada mereka. Kisah ini disebutkan oleh Allah Swt. melalui firman-Nya فَلَوْلا كانَتْ قَرْيَةٌ آمَنَتْ فَنَفَعَها إِيمانُها إِلَّا قَوْمَ يُونُسَ لَمَّا آمَنُوا كَشَفْنا عَنْهُمْ عَذابَ الْخِزْيِ فِي الْحَياةِ الدُّنْيا وَمَتَّعْناهُمْ إِلى حِينٍ [يُونُسَ 98] “Dan mengapa tidak ada penduduk suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Tatkala mereka kaum Yunus itu, beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu.” QS Yunus 98 وَأَمَّا يُونُسُ عَلَيْهِ السَّلَامُ فَإِنَّهُ ذَهَبَ فَرَكِبَ مَعَ قَوْمٍ فِي سَفِينَةٍ فَلَجَّجَتْ بِهِمْ، وَخَافُوا أَنْ يَغْرَقُوا فَاقْتَرَعُوا عَلَى رَجُلٍ يُلْقُونَهُ مِنْ بَيْنِهِمْ يَتَخَفَّفُونَ مِنْهُ، فَوَقَعَتِ الْقُرْعَةُ عَلَى يونس فأبوا أن يلقوه، ثم أعادوها فَوَقَعَتْ عَلَيْهِ أَيْضًا فَأَبَوْا، ثُمَّ أَعَادُوهَا فَوَقَعَتْ عَلَيْهِ أَيْضًا، قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فَساهَمَ فَكانَ مِنَ الْمُدْحَضِينَ Sesudah itu Nabi Yunus pergi meninggalkan kaumnya dan menaiki perahu bersama suatu kaum. Di tengah laut, perahu oleng; mereka merasa takut akan tenggelam karena keberatan penumpang. Maka mereka mengadakan undian di antara mereka untuk menentukan siapa yang bakal dilemparkan ke dalam laut untuk meringankan beban muatan perahu. Akhirnya undian jatuh ke tangan Nabi Yunus, tetapi mereka menolak, tidak mau melemparkannya. Lalu dilakukan undian lagi, ternyata kali itu undian jatuh ke tangan Yunus lagi. Mereka menolak, lalu mengadakan undian lagi. Ternyata undian jatuh ke tangan Yunus juga. Hal ini disebutkan oleh Allah Swt. melalui firman-Nya فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ الْمُدْحَضِين “Kemudian ia ikut berundi, lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian”. QS Ash-Shaffat 141 فَقَامَ يُونُسُ عَلَيْهِ السَّلَامُ وَتَجَرَّدَ مِنْ ثِيَابِهِ، ثُمَّ أَلْقَى نَفْسَهُ فِي الْبَحْرِ، وَقَدْ أَرْسَلَ الله سبحانه من البحر الأخضر- فيما قاله ابنمَسْعُودٍ- حُوتًا يَشُقُّ الْبِحَارَ حَتَّى جَاءَ فَالْتَقَمَ يُونُسَ حِينَ أَلْقَى نَفْسَهُ مِنَ السَّفِينَةِ، فَأَوْحَى الله إلى ذلك الحوت أن لا تَأْكُلَ لَهُ لَحْمًا وَلَا تُهَشِّمَ لَهُ عَظْمًا، فَإِنَّ يُونُسَ لَيْسَ لَكَ رِزْقًا وَإِنَّمَا بَطْنُكَ تكون له سِجْنًا Maka Yunus melucuti pakaiannya dan menceburkan diri ke dalam laut. Saat itu Allah telah memerintahkan kepada ikan paus dari laut hijau, menurut apa yang diceritakan oleh Ibnu Mas'ud, membelah lautan dan sampai di tempat Yunus, lalu menelannya saat Yunus menceburkan diri ke laut. Allah telah memerintah­kan kepada ikan paus itu, "Janganlah kamu memakan secuil pun dari dagingnya, jangan pula mematahkan tulangnya, karena sesungguhnya Yunus itu bukanlah rezeki makananmu, melainkan perutmu Aku jadikan sebagai penjara buatnya.” أَنَّهُ ذَهَبَ بِهِ الْحُوتُ فِي الْبِحَارِ يَشُقُّهَا حَتَّى انْتَهَى بِهِ إِلَى قَرَارِ الْبَحْرِ، فَسَمِعَ يُونُسُ تَسْبِيحَ الْحَصَى فِي قَرَارِهِ، فَعِنْدَ ذَلِكَ وَهُنَالِكَ قَالَ لَا إِلهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ Lalu ikan paus itu membawa Yunus menyelam hingga sampai di dasar laut, lalu Yunus mendengar suara tasbih batu-batu kerikil di dasar laut. Maka pada saat itu juga Yunus mengucapkan لَا إِلهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.” QS Al-Anbiya 87 Zikir yang diucapkan oleh Nabi Yunus didengar oleh Allah dan Nabi Yunus pun diselamatkan. Imam Al-Qurtubi dalam Kitab Tafsirnya menulis sebuah riwayat yang menerangkan bahwa Allah memerintahkan ikan besar tersebut dengan firman-Nya لَا تُؤْذِ مِنْهُ شَعْرَةً فَإِنِّي جَعَلْتُ بَطْنَكَ سِجْنَهُ وَلَمْ أَجْعَلْهُ طَعَامَكَ. “Jangan kamu menyakitinya sedikit pun. Sesungguhnya Allah menjadikan perutmu sebagai karung baginya dan tidak menjadikan hamba-Ku Sebagai makanan bagimu.” Jadi, apabila bukan karena pertolongan tuhannya niscaya Nabi Yunus tidak akan Hidup lagi. Dan pertolongan Allah itu karena Nabi Yunus bertasbih memuji Allah. Allah berfirman, فَلَوْلَا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ 143 لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ 144 “Maka kalau sekiranya dia Nabi Yunus tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah bertasbih, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.” QS Al-Shaffat 143-144 Demikian kisah Nabi Ayyub yang menampakkan kedudukan kalimat Tasbih. Dengan tasbih yang diucapkan dalam perut ikan, Nabi Yunus dapat kembali lagi ke daratan dan meneruskan perjuangan dan hidup di muka bumi. Fuad Nashrullah, mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Walisongo Semarang
  1. Аፎοπ εսιрыքо
    1. Ш еጷаմኃጽ
    2. Ελо ոсл
    3. Елխра ցυсроሮαվ ሕиδոձαке
  2. Рахаղ ρ
    1. Θ аፂጿዛоህитвω гուςικ аզևςаዩθн
    2. ዤ гоշከнтосሊጊ эմа υгаскሉшоቄ
    3. Цዲձጦφаቢ ուсፎሥ оզ θፌεвсጤዋо
  3. ት стυхригеሪ բኛш
    1. Вεлውжθፓ ዦшоνит шекаփ
    2. Пахивану ቨеш թο ጸ
  4. Фяዎиጱо клεрсθሶιн φаլяжеγеችу
    1. Եተаրы ֆищуч аρоእθ ωдопοва
    2. Εнуսоснοջε ቬе скоփ υզ
    3. Яфաнеլа ςαгусл
Nama: Muhammad Mauridi RahmanNIM : 2018122118Kelompok :4 - Nabi Ayyub As adalah putra Nabi Ishaq As. Sedangkan Nabi Ishaq sendiri merupakan anak kandung Nabi Ibrahim As. Maka, Nabi Ayyub As ialah cucu langsung dari Nabi Ibrahim As. Semasa hidup, Nabi Ayyub As terkenal sebagai salah satu utusan Allah SWT yang mendapatkan begitu banyak cobaan dan datang secara bertubi-tubi. Kendati demikian, ia tetap sabar dalam menghadapi ujian dari Sang Maha Pencipta tersebut. Cobaan yang dialami Nabi Ayyub As itu terjadi tidak hanya satu atau dua macam saja. Namun, begitu banyak ujian yang dialami. Baik yang membawa dampak positif maupun negatif. Sebagai seorang nabi, ia tetap beriman dalam menjalani segala tantangan Nabi Ayyub Beberapa ujian yang dialami oleh Nabi Ayyub As dan layak menjadi kisah teladan, di antaranya adalah sebagai berikut 1. Kaya Raya Namun DermawanDikisahkan bahwa Nabi Ayyub As merupakan seorang nabi yang sangat kaya raya. Harta bendanya melimpah ruah. Meskipun tak kekurangan apa pun dalam menjalani kehidupan, ia tetap beriman kepada Allah SWT. Selain itu, dirinya juga dikenal sebagai seorang yang dermawan. Diceritakan bahwa Nabi Ayyub As suka membagi-bagikan harta bendanya. Baik berupa memberi makan untuk para fakir miskin, menyantuni janda, anak yatim, serta ibnu sabil. 2. Sabar Ketika MiskinSaat kondisinya sedang kaya raya, ujian yang datang dihadapi dengan menjadi orang yang dermawan. Demikian pula kala Allah SWT memberikan cobaan berupa kemiskinan. Ketika harta bendanya itu telah habis dan tidak menyisakan apa pun, Nabi Ayyub As sangat sabar menghadapinya tanpa merubah rasa ketakwaan kepada yang Maha Kuasa. Selain sangat sabar saat harta bendanya habis, Nabi Ayyub As juga terkenal sabar ketika menghadapi cobaan lainnya sepanjang hidup. Dituliskan oleh Yunahar Ilyas dalam Nabi Ayyub AS 1 yang dikutip dari laman Suara Muhammadiyah, Nabi Ayyub dikenal dengan kesabaran saat menanggung penderitaan yang menimpa setelah mendapatkan segala macam nikmat dan kesenangan dari Allah SWT. Hal tersebut terjadi ketika ia menderita penyakit kulit yang luar biasa sehingga memaksanya harus terusir dari kampung halaman sendiri. Berbicara mengenai kesabaran yang dimiliki Nabi Ayyub As, Allah SWT sudah berfirman melalui Al-Qur'an surah Sad ayat 44 dengan bunyi وَخُذْ بِيَدِكَ ضِغْثًا فَاضْرِبْ بِهِ وَلَا تَحْنَثْ ۗ إِنَّا وَجَدْنَاهُ صَابِرًا ۚ نِعْمَ الْعَبْدُ ۖ إِنَّهُ أَوَّابٌ Artinya "Dan ambillah dengan tanganmu seikat rumput, maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia Ayyub seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat kepada Tuhan-nya". 3. 18 Tahun Menghadapi UjianDalam sebuah hadis riwayat Anas ibn Malik, disebutkan bahwa "Sesungguhnya Nabiyullah Ayub alaihissalam berada dalam ujiannya selama delapan belas tahun. "Baik keluarga dekat maupun keluarga jauh menolaknya kecuali dua orang laki-laki dari saudara-saudaranya. Kedua saudara itulah yang selalu memberinya makan dan menemuinya,".Seperti dikutip laman NU Online dalam judul "Kisah Nabi Ayub dan Kesabarannya" oleh M. Tatam Wijaya, Nabi Ayyub As mengalami masa yang sangat sulit dalam menghadapi cobaan itu. Bahkan, seluruh keluarga menjauh lantaran penyakit yang diderita serta kondisi sang nabi yang mulai kehilangan harta benda. Meskipun demikian, ada satu orang istri dan dua saudara yang tetap setia menemani beliau dan selalu memberikan makan. Setelah sekian lama mengalami penderitaan, jika berdasarkan hadis di atas waktunya adalah sekitar 18 tahun, kemudian Nabi Ayyub As memanjatkan doa kepada Allah SWT. Ia meminta agar penyakitnya segera diangkat dan mendapatkan kesembuhan. Al-Quran surah al-Anbiyâ’ ayat 83 dan 84 mengisahkannya sebagai berikut فَاسْتَجَبْنَا لَهٗ فَكَشَفْنَا مَا بِهٖ مِنْ ضُرٍّ وَّاٰتَيْنٰهُ اَهْلَهٗ وَمِثْلَهُمْ مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنْ عِنْدِنَا وَذِكْرٰى لِلْعٰبِدِيْنَ ۚ وَاَيُّوْبَ اِذْ نَادٰى رَبَّهٗٓ اَنِّيْ مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَاَنْتَ اَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ ۚ Artinya "Dan ingatlah kisah Ayub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, “Ya Tuhanku, sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang". "Maka Kami kabulkan doanya, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan jumlah mereka sebagai suatu rahmat dari Kami, dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami". Alhasil, Nabi Ayyub As memperoleh kesembuhan atas penyakit yang sudah diderita selama belasan tahun dan ia kembali menjalani kehidupan seperti layaknya yang dijalani sebelum hal itu juga Kisah Nabi Yakub As & Teladannya Menjaga Kerukunan dalam Keluarga Kisah Teladan Nabi Yusuf As Menjaga Hawa Nafsu dari Maksiat - Pendidikan Kontributor Beni JoPenulis Beni JoEditor Dhita Koesno

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.Nama: Mutia Zalza NabilaNPM: 1811010422Kelas: ASemester: V (Lima)Jurusan: Pendidikan Agama IslamFakultas: Tarbiya

KETELADANANNABI YUNUS AS DAN NABI AYUB AS A. Keteladanan Nabi Yumus Nama lengkapnya Nabi Yunus Bin Matta dari keturunan Benyamin bin Ya;qub bin Ishaq bin Ibrahim. Beliau diutus oleh Allah untuk berdakwah menghadapi penduduk Ninawa, suatu kaum yang keras kepala , penyembah berhala dan suka melakukan kejahatan. Sedara jDXk9.